Spanning-Tree Protocol dan Cara Kerjanya

Spanning-Tree Protocol atau sering disingkat STP adalah salah satu cara menjadikan jaringan kita tetap handal. STP akan dikatakan telah berjalan dengan baik manakal terdapat beberapa port fisik switch yang statusnya memiliki kemampuan meneruskan frame (forward) dan satu buah port fisik yang telah secara otomatis dinon-aktifkan (block).

Mekanisme STP mengandalkan sebuah Bridge Protocol Data Unit (BPDU). Pada saat switch mulai diaktifkan di jaringan, maka seperti layaknya komputer perangkat jaringan ini akan melakukan Power On Selft Test (POST). Sejak saat itu setelah 20 detik kemudian BPDU dijalankan. BPDU akan melakukan kalkulasi hanya dalam waktu 2 detik! Selama waktu yang singkat tersebut BPDU telah melakukan perhitungan dengan menentukan beberapa aturan baru bagi setiap switch dan port fisik switch itu sendiri.

BPDU akan memilih salah satu switch sebagai Root-Bridge dari sekian banyak switch yang berada dalam satu jaringan. Kemudian BPDU juga akan menentukan Root-Port di setiap switch yang bukan Root-Bridge. Ketiga BPDU akan menentukan port yang disebut sebagai Designated-Port di setiap segment bandwidth yang berbeda. Terakhir, BPDU akan menentukan port yang memiliki status non-aktif yang disebut sebagai Non-Designated Port.

Mekanisme STP ini bekerja di satu jaringan. Oleh karena itu manakala VLAN diterapkan untuk setiap jaringan, maka akan dimaknai bahwa satu buah STP adalah untuk satu buah VLAN.



  

Comments

antan said…
thanks gan ats infonya!!!manfaat bget tuh,,,,
skalian ane mnta izin,mo nitip link ane,,
mga bsa mnfaat jg kya pya agan. heheheeee....

http://jaketkuning.unsri.ac.id/antan/blog/1086/

Popular Posts